Membuat Lahan Tanaman Melon Tanpa Ajir

Budidaya buah melon sudah menjadi kegiatan utama para petani di sepanjang urut sewu pantai selatan. Apalagi pada musim kemarau merupakan musim yang sangat baik untuk membudidayakan melon. Tidak heran berapapun jumlah buah yang diproduksi / dipanen petani langsung habis untuk memenuhi pesanan pedagang besar untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Melihat besarnya peluang pasar dari buah melon, banyak petani yang tergiur mengembangkan atau membudidayakan tanaman melon. Tetapi bukan perkara mudah untuk membudidayakan tanaman melon. Karena butuh perawatan intensif kalau mau panen raya. Perawatan intensif tersebut berbanding lurus dengan modal yang harus dikeluarkan. Biaya mahal karena perawatan dilakukan setiap hari. Petani melakukan penyemprotan berbagai jenis pestisida, fungisida dan pupuk daun. Bahkan untuk memudahkan perawatan, petani membangun gubuk di tengah hamparan lahan untuk tempat tinggal selama masa budidaya. Melon merupakan tanaman rentan penyakit. Paling riskan adalah serangan jamur. Kalau sampai terlambat penanganan pasti akan gagal panen. Budidaya melon diawali dengan persiapan lahan. Banyak petani yang memanfaatkan sawah yang dibiarkan kering oleh pemiliknya. Contohnya para petani Kulonprogo yang memanfaatkan sawah di Kecamatan Purwodadi, Bagelen  dan Ngombol Purworejo. Para petani tersebut menyewa kepada petani pemilik lahan Rp 800 ribu per hektare selama satu musim tanam.

Persiapan Lahan tanam

Pembuatan lahan untuk budidaya melon terbilang sangat mudah, petani bisa langsung membuat coakan atau cacahan tanah dicangkul tidak terlalu dalam. Namun sebaiknya tanah dibajak terlebih dahulu agar pertumbuhan buah dapat maksimal. Jarak antar cacahan sekitar 40 cm, dan jarak antar lajur sekitar 1,5 – 2 meter untuk tempat merambatnya sulur sebagai media tumbuhnya buah melon. Untuk menghemat biaya, pembuatan lahan tanam dapat menggunakan bajak cultivator. Dengan menggunakan cultivator pembuatan media tanam akan lebih cepat selesai dan hasil cacahan lebih rapi. Kapasitas kerja cultivator sekitar 12 jam/ Hektar.

Lahan yang akan ditanam dibajak/dicacah menggunakan cultivator dengan jarak 1,5 – 2 meter antar lajur, saat pencacahan cultivator dapat ditambahkan ridger sehingga langsung terbentuk guludan dan parit. Setelah semua lahan selesai dicacah, proses selanjutnya adalah memasang mulsa dengan ukuran 50–60 cm pada setiap guludan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah sehingga tanah tidak cepat kering dan menghambat tumbuhnya gulma.

Penanaman bibit

Kebanyakan petani tidak menggunakan mulsa plastik, melainkan langsung membuat guludan tanah. Bibit ditanam di guludan itu, lalu dibiarkan tumbuh, sulurnya akan menjalar ke sekitarnya. Jarak antar guludan kurang lebih 1,5-2 meter.

Selesai persiapan lahan tanam, mulailah penanaman dengan menanamkan biji melon diatas guludan tersebut dengan jarak tanam 50-60 cm.

Penyiraman tanaman

Adapun untuk penyiramannya tidak disiram setiap batang, petani membuat sumur bor dan menyedotnya menggunakan mesin pompa untuk menggenangi areal sawah. Lapisan tanah sawah terutama di dekat pesisir mudah menyerap air karena ada sedikit pasir sehingga tanaman terhindar dari genangan.

Tanaman melon dengan sulur yang menjalar tanpa ajir

Penyemprotan tanaman

Untuk penyemprotan, dilakukan rutin setiap hari menggunakan mesin sprayer. Karena penggunaan mesin ini menurut banyak petani lebih mudah dalam proses penyemprotan, mengingat luasnya area budidaya yang harus ditangani.

Masa panen

Dalam dua bulan, buah melon tumbuh seberat 1 – 2 kilogram per butir dengan guratan jaring di permukaan kulitnya. Melon memiliki kadar gula hingga 14 persen dan mengandung banyak air. Setiap hektare lahan melon mampu menghasilkan hingga 25 ton buah, itulah jenis super, pasar sangat menyukai.

Kendati budidaya melon selalu dihantui ketidakpastian, namun para petani khususnya yang dari Kulonprogo ini tidak ada kapok-kapoknya untuk membudidayakan melon. Karena lahan di Kulonprogo sudah penuh oleh petani melon maka para petani banyak yang menginvasi ke lahan di Kabupaten Purworejo. Tanah di Kabupaten Purworejo cocok untuk melon selain karena struktur tanahnya, sawahnya juga masih subur karena ada sisa pupuk dari budidaya padi sebelumnya.

Demikian ulasan membuat lahan tanaman melon tanpa ajir, semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan anda. Untuk kebutuhan penanaman melon dari cultivator, pompa air dan sprayer di tetanggateknik.com menjual berbagai merk dan jenis sesuai kebutuhan anda.

 

Related Posts

Berbagai Jenis Mesin Gerinda Beserta Fungsinya

Mesin gerinda adalah salah satu mesin perkakas yang digunakan untuk...

Mengenal Jenis-Jenis Sekrup & Baut

Jenis sekrup pengikat (set Screw) yang biasa dikenal dengan nama...

6 Alasan Bisnis Bengkel Menjadi Peluang Usaha Yang Menjanjikan

Pada masa ini, siapa sih yang nggak punya kendaraan pribadi?...

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

X